Tata Cara Bilal Sholat Jumat

Tata Cara Bilal Sholat Jumat


Jika ada yang menyebutkan kata Bilal, apakah yang pertama kali mampir di benak Anda? Seorang muadzdzin sekaligus sahabat Rasulullah? Ya itu juga benar, namun bilal yang akan dibicarakan dalam tulisan kali ini bukanlah sahabat Rasulullah tersebut, orang yang menyambungkan suata imam atau yang bisa kita artikan juga dengan orang yang bertugas untuk memberi aba-aba, khususnya pada sholat Jumat. Bilal sholat jumat ini adalah budaya yang dilakukan oleh masyarakat Nahdliyyin yang tugasnya seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu untuk memberikan peringatan kepada jamaah sholat jumat. Kenapa demikian? Supaya para jamaah tetap tenang serta memperhatikan khutbah yang disampaikan oleh khotib selama khutbah tersebut berlangsung, sehingga dengan demikian sholat jumat yang dilakukan menjadi tidak sia-sia. Selain itu, bacaan bilai sendiri juga mengandung nial seruan dan peringatan yang sekaligus juga bertujuan untuk mendoakan kaum muslim semuanya, baik itu yang sudah meninggal maupun yang masih hidup.

Adapun tata cara bilal sholat jumat seperti yang ada di bawah ini:
a. Bilal mengumandangkan adzan
b. Bilal akan berdiri di depan mimbar sambil menghadap jamaah lalu memberikan peringatan pada jamaah agar tetap tenang dengan bacaan:

c. Setelah sang khatib naik ke mimbar, bilal akan mengucapkan doa seperti di bawah ini:

d. Bilal akan mengumandangkan adzan yang kedua. Adapun adzan yang diucapkan di sini adalah sama seperti adzan saat sholat yang lainnya
e. Selanjutnya adalah, bilal membaca sholawat saat khatib duduk di antara dua khutbah dengan bacaannya adalah sebagai berikut:

f. Bilal membaca iqomah
Itulah tata cara bilal sholat jumat. Selain bertugas untuk itu, bilal juga bertugas saat sholat tarawih serta sholat sunnah yang disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah, sedangkan untuk sholat sunnah yang tidak disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah, maka bilal ini juga tidak diperlukan. Lalu pada saat pelaksanaan sholat jenazah, bilal ini juga tidak diperlukan karena para pelayat atau orang yang bertakziyah juga tidak memerlukannya, kecuali jika memang jumlah para pelayat ini membludak dan tidak tahu kapankah imam akan datang dan melakukan sholat, maka bilal sunnah untuk diadakan.

Related Posts

About The Author