Syarat Wajib dan Syarat Sah Sholat

Syarat Wajib dan Syarat Sah Sholat


Untuk melakukan ibadah sholat, ada beberapa syarat wajib dan syarat sah sholat yang harus dipenuhi. Tidak hanya dalam sholat, namun di setiap ibadah yang telah ditentukan oleh Allah SWT dan disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, semua ibadah memiliki ketentuan tata cara pelaksanaannya. Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib hal. 9 menjelaskan pengertian syarat sebagai berikut: “(Syarat dalam bab shalat ialah) hal-hal yang menjadi penentu keabsahan shalat, namun bukan bagian dari shalat. Berbeda dengan rukun yang merupakan bagian shalat.” Jadi artinya, supaya sholat kita diterima oleh Allah SWT, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelumnya. Bila kita tidak mampu memenuhi syarat-syarat tersebut, maka sholat kita tidak akan menjadi sah.
Imam Abu Suja’ membagi syarat shalat menjadi dua kategori, yakni syarat sah sholatdan syarat wajibnya. Untuk syarat wajibnya sendiri, mirip dengan syarat pada ibadah lainnya, antara lain untuk melakukannya seseorang haruslah Islam, baligh atau dewasa, dan berakal.

Bila seseorang melakukan shalat dan ia bukanlah orang Islam, maka sholatnya tidak akan diterima. Contoh lainnya, bila ada orang yang tidak berakal sehat dan melaksanakan sholat, maka sholatnya juga tidak diterima. Hal tersebut karena akalnya tidak sehat, maka bagaimana ia akan mengingat bacaan sholat dengan benar dan urutan sholat sesuai ketentuan. Untuk ketentuan baligh atau dewasa sendiri, seorang anak boleh melaksanakan sholat, selama ia sudah paham betul esensi dari sholat dan mampu melakukan semua gerakan sholat beserta bacaannya dengan benar.

Selanjutnya, ada 5 syarat sah sholat yang haru dipenuhi sebelum memulai sholat. Dijelaskan dalam kitab yang disebut diatas bahwa “Syarat sah shalat sebelum masuk ke dalam shalat ada lima: sucinya badan dari hadats dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, berada di tempat yang suci, tahu pasti akan masuknya waktu shalat, dan menghadap kiblat.” Secara singkatnya, syarat sholat menjadi sah ada lima antara lain badan yang suci dari hadats dan juga najis, hal tersebut berarti bahwa setiap orang yang akan sholat harus bersih. Yang kedua adalah menutup aurat, yang ketiga adalah memastikan tempat suci. Jadi tidak hanya suci di badan saja, namun juga tempat melakukan sholat harus bersih. Lalu keempat adalah tahu waktu masuk shalat, dan terakhir menghadap kiblat.

Related Posts

About The Author