Pendaftaran Masuk Pesantren

Pendaftaran Masuk Pesantren

Setelah memutuskan untuk memasukkan anak Anda ke pondok pesantren, maka tentunya hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan menanyakan langsung ke anak apakah bersedia untuk masuk pesantren atau tidak. Jika pendekatan yang Anda lakukan benar, lembut, dan sesuai dengan kriteria anak maka sudah tentu anak akan mau dan bersedia ditempatkan di pondok. Jika dari sejak kecil anak sudah diperkenalkan dengan segala hal yang berbau islami maka akan sangat mudah bagi Anda untuk menarik hati anak untuk segera melakukan pendaftaran masuk pesantren. Dalam proses pendaftarannya pun sebagai orang tua Anda harus mendampinginya agar anak tidak merasa sendiri dan merasa diperhatikan oleh orangtua.
Pendaftaran masuk pesantren biasanya dibuka setiap tahun ajaran dengan beberapa persyaratan dan ketentuan yang berbeda-beda dari satu pondok ke pondok yang lainnya. Namun, cara umum yang sering digunakan adalah dengan datang langsung ke pondok pesantren yang akan dituju tentunya diantarkan oleh wali dan kemudian sanggup untuk mematuhi dan juga melaksanakan semua tata tertib yang ada. Selain itu, ada beberapa jenis pondok pesantren yang mewajibkan lulusannya untuk mengabdi selama paling tidak satu tahun sebelum meninggalkan pondok dengan cara tugas mengajar. Nah, untuk itu sebelum memutuskan untuk ikut pendaftaran masuk pesantren maka harus benar-benar dipertimbangkan apakah bersedia menerima semua konsekuensi yang ada atau tidak.

Untuk syarat mengikuti pendaftaran masuk pesantren yang harus dipenuhi dari segi fisik salah satunya adalah memiliki rambut yang pendek dan juga berpenampilan rapi bagi laki-laki dengan ketentuan rambut tidak menyentuh area daun telinga dan di bagian belakang juga tidak menyentuh kerah pada baju. Untuk resmi menjadi warga pondok pesantren pun harus melalui tes masuk yang dilakukan di tingkat tsanawiyah atau tingkat aliyah dan juga bersedia untuk ditempatkan di asrama pondok pesantren berbaur dan bercampur dengan santri yang lainnya. Beberapa kebiasaan menarik yang sesuai dengan kebiasaan di islam akan menjadi kultur yang baru sehingga sudah tentu anak akan memiliki kepribadian dan budi pekerti yang baik dan jauh dari hal-hal yang buruk

Related Posts

About The Author