Logika dan Illat Hukum Terkait ‘Awliya’

Terjemahan kata ‘awliya’ pada surat al-Maidah:51 menjadi kontroversi belakangan ini. Setelah bertahun-tahun kata tersebut diterjemahkan sebagai ‘pemimpin’, saat ini dikoreksi menjadi ‘teman setia’. Lalu apakah memang kata itu terkait dengan pemimpin? Bagaimana relevansinya dalam sistem pemerintahan? Ada juga yang menganggap teman setia justru artinya lebih luas dari pemimpin, benarkah?

Tulisan ini membahas aspek logika dan illat hukum mengenai boleh tidaknya seorang muslim menjadikan non-muslim sebagai awliya-nya. Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata ini terkait dengan kemungkinan seorang muslim berkhianat kepada umat muslim lainnya. Mari simak pembahasan ilmiah dari Prof. Nadirsyah Hosen ini.

Kalau dijadikan teman setia atau sekutu saja dilarang APALAGI dijadikan pemimpin. Benar begitu? Tidak benar!

Dalam usul al fiqh ini namanya menggunakan qiyas awlawi. Syaratnya illatnya harus sama. Bilang ah gak boleh kpd ortu, apalagi memukul. Illatnya adalah menyakiti: blg ah dan memukul sama2 menyakiti.

Apa illat larangan mengambil yahudi dan nasrani sbg awliya? Berkhianat kpd umat (ingat asbabun nuzul ayat san penafsiran para ulama soal ini yg sdh pernah saya tulis panjang lebar sebelumnya). Jadi, berteman atau bersekutu dg non-muslim boleh selama tdk berkhianat kpd umat, APALAGI menjadikannya sbg pemimpin (asalkan tdk berkhianat kpd umat), tentu juga dibolehkan.

Jadi boleh saja anda punya sahabat, boss atau Gubernur yg non-muslim selama tdk melanggar illat larangan ayat.

Darimana diambil illat larangan itu adalah berkhianat, bukan semata soal kekufurannya?

  1. Periksa 3 asbabun nuzul yg berbeda yg semuanya mengisyaratkan soal al-muwalah yang meninggalkan umat (min dunil mu’minin)
  2. Imam al-Razi mengatakan yg tidak boleh itu mengangkat non-muslim sendirian. Tanpa didampingi muslim. Dengan demikian menurut beliau kata kuncinya adalah tidak meninggalkan/berkhianat kepada umat.

Kalau illatnya soal kekufuran maka penggunaan qiyas awlawi dengan mengatakan mengangkat non-muslim sbg sekutu atau kawan setia saja tdk boleh apalagi sbg pemimpin, maka secara mutlak diharamkan memilih non muslim sbg pemimpin. Kenyataannya Imam al -Mawardi membolehkan non-muslim menjabat sebagai wazir tanfidz, karena wazir tafwidnya Muslim.

Begitu juga Syekh Ali Gomaa membolehkan wakil presiden non-Muslim mendampingi presiden yg muslim. Syekh Yusuf Qardhawi jg membolehkan hal serupa. Artinya illat kekufuran sbg larangan gugur di sini. Illat yg tepat adalah tanpa berkhianat/meninggalkan umat.

Itulah sebabnya dalam sejarah kita mendapati fakta ini:

Pada masa kekhalifahan Mu’awiyah, yaitu pada khalifah Umawi pertama Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-61H/661-680M), mengangkat bendahara seorang pendeta Kristen dari Damaskus yaitu pendeta John.

Begitu juga pada masa khalifah ‘Abbasiyah dan di bawah kekuasaan sultan Buwayhiyah, menteri luar negeri, menteri urusan perang dan pertahanan, serta menteri keuangannya sering kali adalah orang Kristen.

Di bawah kekuasaan khalifah ‘Abbasiyah ke-16 al-Mu’tadhid (Abu’l-Abbas al-Mu’tadid bi-llah Ahmad ibn Talha al-Muwaffaq) (892-902M), seorang Kristen taat bernama ‘Umar bin Yusuf, diangkat sebagai gubernur Provinsi al-Anbar, Irak. Nashr bin Harun, juga seorang Kristen, bahkan dipercaya menjadi perdana menteri di masa ‘Adud ad-Daulah (949-982M), penguasa terbesar Dinasti Buyid di Iran.

Di bidang militer, sebuah lembaga yang sangat penting dalam sebuah pemerintahan, tentara Muslim lebih dari sekali dipimpin oleh seorang jenderal Kristen; contohnya seperti pada masa khalifah ‘Abbasiyah ke-15 al-Mu’tamid (Abul-Abbas Ahmad al-Mu’tamid) (870-982), ketika komando dipercayakan kepada seorang opsir militer Kristen bernama Israel, atau pada masa khalifah ‘Abbasiyah ke-18 al-Muqtadir (Ja’far al-Muqtadir Billah ibn al-Mu’tadid ibn Ahmad ibn al-Mutawakkil) (908-932), ketika seorang Kristen juga ditugaskan mempertahankan Kekhalifahan.

Wa Allahu a’lam bi al-Shawab

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Related Posts

About The Author