Jalan Cinta dan Tugas dari Allah

Apa tugas kita di dunia?

Allah Maha Pemurah dan Penyayang. Lewat para kekasihNya Allah tebarkan kasih sayang tanpa terkecuali. Kehadiran hamba pilihanNya adalah bagian dari rahmatNya

Kiranya tulisan ini bisa menjadi renungan.

Dengan cara masing2 kita berusaha membalas cinta Tuhan kepada kita. Sebanyak jalan menujuNya, sebanyak itu pula jalan membalas cintaNya.

Ada yg mengurung diri seharian dlm perpustakaan menelaah lembaran, lalu menuliskannya dan berbagi utk sesama; inilah jalan cintaNya.

Ada yg mengurung diri khalwat bersamaNya

Meresapi kalimat yg suci shg cahaya menyinari masyarakat sekitarnya. Inilah jalan cintaNya.

Ada yg seharian di kantor karena percaya bekerja adalah bagian dari ibadah; membawa pulang rejeki utk kel. Inilah jalan cintaNya.

Ada pula yg sibuk menyentuh hati mrk yg gundah, memberi makan perut yg lapar, merawat mrk yg dicampakkan masy. Inilah jalan cintaNya.

Ada yg memberi motivasi menggapai masa depan agar mereka yang tengah berduka tidak berputus asa dari rahmatNya. Inilah jalan cintaNya.

Tuhan, cintaMu tak terbatas, meski kami sering lupa membalasnya. KasihMu menembus batas-batas praduga dan asumsi kami.

Setiap cinta yang kami kirimkan untukMu selalu Kau pantulkan kembali untuk kami, agar kami terus bisa berkhidmat pada sesama hambaMu.

Mencintai makhluk sbg manifestasi cinta kpd Sang Khaliq. Inilah mazhab cinta. inilah tarekat cinta. Inilah agama cinta. Lillah-billah.

Cara Allah membagi peran kepada para kekasihNya itu berbeda-beda sesuai amanah yg diterima.

Ada yang model Gus Mik menemani mereka yang duduk di bar sambil menenggak minuman keras –ini tugas dari Allah.

Ada yang berdakwah di lingkungan prostitusi spt Kiai Khoiron, penuh resiko dg segala godaan dan cemoohan –tapi ini tugas dari Allah!

Ada pula yg mendakwahi istana, dg resiko salah ucap masuk penjara; atau dicemooh sbg kiai pesanan –tapi ini tugas dari Allah!

Atau spt Gus Dur yg selalu bela kelompok minoritas di negeri yg mayoritas Islam; peran yg riskan disalahpahami –tp ini tugas dr Allah!

Banyak peran-peran ‘tidak mudah’ lainnya yang Allah berikan kepada hamba pilihanNya. Mereka masing2 dibekali asma-Nya ?

Mereka diminta utk mencari wajahNya di tengah orang2 yg hancur hatinya, yg tak bisa lagi berharap kecuali dg tangisan. Ini tugas dari Allah.

Di sudut kegelapan kezhaliman, dan pada mrk yg sedang menjauh namun perlu didekatkan kembali padaNya, Allah kirimkan hamba pilihanNya.

Lewat para kekasihNya Allah tebarkan kasih sayang tanpa terkecuali. Kehadiran hamba pilihanNya adalah bagian dari rahmatNya ?

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), Ph.D. adalah orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang menjadi dosen tetap di fakultas hukum pada universitas di Australia. Sejak pertengahan tahun 2015 beliau mengajar di Fakultas Hukum, Monash University, salah satu Fakultas Hukum terbaik di dunia. Sebelumnya selama 8 tahun ia mengajar pada Fakultas Hukum, Universitas Wollongong (2007-2015) hingga meraih posisi sebagai Associate Professor. Tahun 2005 ia bekerja sebagai post-doctoral research fellow di TC. Beirne School of Law, Universitas Queensland.
Dr. Hosen lulus sarjana S1 dari Fakultas Syari’ah, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan meraih gelar Graduate Diploma in Islamic Studies serta Master of Arts with Honours dari Universitas New England. Kemudian ia meraih gelar Master of Laws dari Universitas Northern Territory.
Peraih dua gelar doktor (Ph.D. dalam bidang hukum dari Universitas Wollongong dan Ph.D. dalam bidang hukum dari National University of Singapore) ini telah melahirkan lebih dari 20 artikel dalam jurnal internasional antara lain Nordic Journal of International Law (Lund University), Asia Pacific Law Review (City University of Hong Kong), Australian Journal of Asian Law (University of Melbourne), European Journal of Law Reform (Indiana University), Asia Pacific Journals on Human Rights and the Law (Murdoch University), Journal of Islamic Studies (University of Oxford), dan Journal of Southeast Asian Studies (Universitas Cambridge).

Related Posts

About The Author

Add Comment