Bagaimana Cara Pacaran yang Islami?

Pacaran sebagai salah satu jenis proses pranikah ternyata diperbolehkan jika memang tidak

melanggar syariat dan ketentuan yang ada dan tentunya tidak menjurus pada tindakan-tindakan yang sudah sangat jelas dilarang dalam agama. Pacaran yang dimaksud dalam hal ini bukanlah pacaran yang berarti dua orang laki-laki dan perempuan secara bebas melakukan segalanya secara berdua tanpa mengingat batasan-batasan yang ada dan bahkan mencapai pada situasi dan kondisi yang disukai oleh mereka, namun cara pacaran yang islami dalam hal ini adalah pacaran sebagai salah satu upaya saling menjajaki dan saling mengenal masing-masing sampai akhirnya keduanya bersedia untuk melangsungkan hubungan ke jenjang yang lebih serius yaitu jenjang pernikahan.

Pernikahan sebagai salah satu solusi menghindarkan diri dari perzinaan sudah tentu harus dimulai tanpa adanya unsur-unsur yang dapat menjerumuskan seseorang ke arah perzinaan. Bahkan dalam haditsnya, rasulullah secara tegas menganggap orang-orang yang melakukan hal-hal yang menjerumus ke dalam pacaran bukanlah sebagian dari kaumnya. Hal ini tentunya harus dihindari sejak awal dengan memahami tata cara pacaran yang islami. Selain ancaman, Rasulluah juga memberikan anjuran bahwa pacaran yang dimaksud dalam islam adalah meminang dan melamar seorang wanita untuk menuju ke dalam jenjang yang lebih serius yaitu ke jenjang pernikahan. Tentunya hal ini sangat penting untuk dilakukan sebagai salah satu cara menemukan kecocokan satu sama lain.
Cara pacaran yang islami atau sering disebut sebagai proses khitbah yang diperbolehkan hanyalah dengan diperbolehkannya seorang laki-laki melihat wajah dan juga telapak tangan dari seorang perempuan yang akan dinikahinya tanpa melakukan proses perkenalan secara jauh. Selain itu, dalam pertemuannya pun harus menggunakan pihak ketiga manusia bukan malah menggunakan pihak ketiga setan karena sudah tentu hal selanjutnya yang akan terjadi adalah munculnya syahwat dan keinginan-keinginan yang tidak bisa dikendalikan jika ternyata nafsu dan keimanan yang dimiliki oleh dua orang tersebut ternyata tidak seimbang dan berada pada takaran yang lemah. Oleh sebab itu, sudah sangat wajib bagi seorang muslim untuk mengetahui cara pacaran yang islami

.

Related Posts

About The Author