Awal kedisiplinan diri dimulai dari pondok pesantren

Awal kedisiplinan diri dimulai dari pondok pesantren

Awal berdirinya pondok pesantren adalah dimana para murid atau santri yang belajar kepada guru mereka (kyai) yang awalnya hanya berjumlah sedikit akan tetapi lama kelmaan menjadi banyak dan besar sehiingga kyai mereka mendirikan sebuah rumah atau pondokan disamping rumah mereka. Dalam pondok para santri dididik oleh para kyai tentang ilmu agama dan ilmu kemasyarakatan, dalam pesantren para santri belajar mengaji seprti mempelajari ilmu tajwid ilmu tentang membaca Al-Qur’an, ilmu fiqih ilmu tentang keseharian, dan ilmu agama lainnya. Sikap sopan, tawadu’ seorang santri terhadap kyai merupakan ciri khas pengajaran didalm pesantren , pendidikan seperti ini jarang dan hampir tidak ada di pendidikan formal.

Pondok Pesantren dalam kegiatan belajar mengajarnya yang diberikan para kyai tidak hanya pelajaran agama saja adajuga pelajaran tentang ilmu falaq ayaitu ilmu bumi yang dimana para santri dalam mengetahui peredaran bumi dan matahari seperti yang cantum dalam Al-Qur’an yag artinya : Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33) dalam hal ini para santri dapat mempelajari bahwa apa yang ada dimuka bumi telah terdapat di Al-Qur’an tergantung apakah mau mempelajarinya, dalam pondok diharapkan para santri dapat mengenal ciptaan Allah dan apa yang terjadi dimuka bumi telah diatur dan aturan sudah tercantum dalam Al-Qur’an.
Para santri di didik pada pondok pesantren oleh para kyai untuk dapat menghargai, menyayangi kepada orangtua. Pondok yang berbentuk dimana para santri belajar mengaji, menghafal Al-qur’an dengan tajwid yang benar, serta juga belajar mandiri. Dalam Pesantren para santri dididik agar mandiri dan disiplin sehingga dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tidak waktu luang untuk bermain yang tidak berguna. Di waktu luangnya para santri diharuskan menghafal Al-Qur’an guna di test oleh para kyai mereka setiap hari. Dengan kegiatan menghafal Al-Qur’an mereka akan mampu memahami apa yang tersirat dan tersurat dalam ayat-ayat Al-Qur’an agar dapat diterapkan untuk kehidupan mereka dimasa depan.

Related Posts

About The Author